BENTENG VAN DER WIJK

Senin, 18 Maret 20130 komentar

Kebumen-benteng van der wijck
Kebumen - Benteng Van Der Wijck merupakan benteng pertahanan Hindia-Belanda yang dibangun pada abad ke 19. Benteng ini terletak di Gombong, sekitar 21 km ke arah barat dari kabupaten Kebumen, Jawa Tengah..
Nama benteng ini diambil dari Van Der Wijck, yang kemungkinan nama komandan pada saat itu.
Nama benteng ini terpampang pada pintu sebelah kanan.
Benteng ini kadang dihubungkan dengan nama Frans David Cochius (1787-1876), seorang Jenderal yang bertugas di daerah barat Bagelen yang namanya juga diabadikan menjadi nama Benteng Generaal Cochius.
Obyek wisata bersejarah ini kini sangat diminati oleh pengunjung baik lokal maupun yang datang dari luar kota.
Benteng dengan luas atas 3606,625m2, Tinggi Benteng 9,67 m dan terdapat 16 barak dengan ukuran masing-masing 7,5 x 11,32 m memberikan gambaran pada saat itu dengan tampilan foto dokumentasi seputar bentuk asli saksi sajarah.
Benteng Van der Wijck sebenarnya dibangun pada awal abad 19 atau sekitar tahun 1820-an, bersamaan meluasnya pemberontakan Diponegoro. Pemberontakan ini ternyata sangat merepotkan pemerintah kolonial Belanda karena Diponegoro didukung beberapa tokoh elit di Jawa bagian Selatan. Maka dari itu Belanda lalu menerapkan taktik benteng stelsel yaitu daerah yang dikuasai segera dibangun benteng. Tokoh yang memprakarsai pendirian benteng ini adalah gubernur jenderal Van den Bosch. Tujuannya jelas sebagai tempat pertahanan (sekaligus penyerangan) di daerah karesidenan Kedu Selatan. Pada masa itu, banyak benteng yang dibangun dengan sistem kerja rodi (kerja paksa) karena ada aturan bahwa penduduk harus membayar pajak dalam bentuk tenaga kerja. Tentu saja cara ini membuat penduduk kita makin menderita apalagi sebelumnya gubernur jenderal Deandels punya proyek serupa yaitu jalan raya pos (Anyer - Penarukan, sepanjang l.k. 1.000 km), juga dengan kerja rodi.
Kebumen, benteng van der wijck
Nama Van der Wijck, yang tercantum pada bagian depan pintu masuk, merupakan salah seorang perwira militer Belanda yang pernah menjadi komandan di Benteng tersebut. Reputasi van der Wijck ini cukup cemerlang karena salah satu jasanya adalah membungkam para pejuang Aceh, tentunya dengan cara yang kejam.
Pada zaman Jepang, benteng ini dimanfaatkan sebagai barak dan tempat latihan para pejuang PETA.
Dilihat dari fisiknya, bangunan yang luasnya 3.606,62 m2 ini sudah mengalami renovasi yang cukup bagus. Sayangnya renovasi ini kurang memperhatikan kaidah konservasi bangunan bersejarah mengingat bangunan ini potensial sebagai salah satu warisan budaya (cultural heritage).
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. WALET MUDA KEBUMEN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger